Kepala LLDIKTI Wilayah XVII: Unilak Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Eksistensi Akademik di Riau

Pekanbaru — Universitas Lancang Kuning (Unilak) mencatat sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi di Riau dengan mengukuhkan tiga guru besar secara bersamaan, Selasa (15/4/2025), di Aula Perpustakaan Unilak. Ketiga guru besar yang dikukuhkan adalah:

Prof. Dr. Fahmi, S.H., M.H. – Guru Besar dalam bidang Hukum Bisnis

Prof. Dr. Arizal N, S.E., M.M. – Guru Besar dalam bidang Pemasaran Jasa dan E-Commerce

Prof. Dr. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd. – Guru Besar dalam bidang Manajemen Pendidikan

Kegiatan pengukuhan diawali dengan prosesi adat Melayu "tepuk tepung tawar", simbol penghormatan terhadap kearifan lokal. Dalam suasana yang khidmat, hadir pula berbagai tokoh pendidikan, budaya, dan pemerintahan, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes.

Dalam sambutannya, Dr. Nopriadi menyampaikan apresiasi atas capaian akademik Unilak dan menekankan pentingnya peran guru besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

“Guru besar adalah jabatan akademik tertinggi yang menuntut integritas, dedikasi, dan keteladanan. LLDIKTI Wilayah XVII akan senantiasa mendukung dan membangun kolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah ini,” ujar Nopriadi.

Ia juga mengingatkan bahwa produktivitas akademik dan etika harus berjalan beriringan. “Adab dulu, baru ilmu,” pesannya singkat namun penuh makna.

Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., menyatakan kebanggaannya atas pengukuhan tiga guru besar tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir, tetapi justru awal tanggung jawab yang lebih besar sebagai ilmuwan dan pendidik bangsa.

Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Prof. Dr. Ir. Irwan Effendi, juga mengungkapkan rasa syukur atas bertambahnya guru besar di lingkungan Unilak. Ia mendorong para akademisi untuk terus membaca, menulis, dan menghasilkan karya monumental.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, turut memberikan sambutan dengan mengutip Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendi: "Apa tanda orang berilmu? Menuntut ilmu tiadalah jemu," sebagai pengingat pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang menggambarkan kontribusi mereka terhadap pengembangan keilmuan:

Prof. Dr. Fahmi, S.H., M.H. memaparkan tentang Pembentukan Superholding Danantara: Transformasi BUMN Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Prof. Dr. Arizal, S.E., M.M. menyampaikan materi tentang E-Commerce dan Loyalitas Pelanggan Generasi Z

Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd. menyampaikan orasi bertajuk Reorientasi Manajemen Pendidikan: Filsafat Pendidikan sebagai Dasar Menghadapi Tantangan Abad ke-21

Turut hadir dalam acara ini Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Datuk Raja Marjohan Yusuf, Wakil Rektor I, II, dan III Unilak, anggota DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Riau Panji Ahmad, Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr. Muliadi, mantan Gubernur Riau H. Saleh Djasit, serta Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Riau Prof. Dr. Syahlan, S.H., M.H.

Dengan bertambahnya tiga guru besar baru, kini Unilak memiliki total lima guru besar aktif dari 341 dosen yang mengabdi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan eksistensi akademik Unilak sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terdepan di Provinsi Riau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *