PEKANBARU, 14 November 2025 —Setelah berhasil menyelenggarakan Kegiatan batch I PTS di Kepulauan Riau, LLDIKTI Wilayah XVII kembali menunjukkan Konsistensi dan komitmennya dalam memperkuat ekosistem mutu pendidikan tinggi dengan menyelenggarakan Fasilitasi Pendampingan Penjaminan Mutu dan Akreditasi Program Studi (Prodi) Batch II bagi perguruan tinggi swasta (PTS) se-Riau. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pendampingan teknis, tetapi juga mendorong percepatan peningkatan kualitas kelembagaan di lingkungan PTS.
Batch II yang digelar di Universitas Dumai ini dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu PTS merupakan kunci daya saing pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

“LLDIKTI Wilayah XVII hadir sebagai mitra transformasi. Kami memfasilitasi pendampingan mutu, memperkuat kapasitas perguruan tinggi, membantu merumuskan strategi peningkatan mutu berkelanjutan, dan memastikan setiap prodi mampu mempersiapkan akreditasi dengan matang, efisien, dan berbasis bukti,” ungkapnya.
Pendekatan pendampingan yang dihadirkan LLDIKTI XVII pada kegiatan ini memberikan efek langsung bagi PTS, khususnya dalam memperbaiki tata kelola mutu internal, meningkatkan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru, serta mempercepat proses pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi.
Ketua pelaksana kegiatan, Agusrizal, S.Pd., M.Hum, yang juga Kapokja SPMI LLDIKTI Wilayah XVII, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 15 PTS dengan masing-masing dua perwakilan, yaitu penanggung jawab penjaminan mutu dan admin SPMI dari wilayah Dumai, Duri, Meranti, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.

“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, PP Nomor 57 Tahun 2021, serta Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 yang diperbarui menjadi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Pendampingan ini menjadi ruang bagi PTS untuk mengukur kesiapan mutu sekaligus memastikan implementasi SPMI berjalan selaras dengan tuntutan akreditasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PTS di wilayah LLDIKTI XVII diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas internal dalam menyusun dokumen mutu, memperkuat budaya akuntabilitas, dan mempercepat pencapaian akreditasi unggul. Hadirnya pendampingan terstruktur seperti ini juga dinilai sangat membantu PTS yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya dan pemahaman teknis instrumen akreditasi terbaru.
Dengan terselenggaranya Batch II ini, LLDIKTI XVII berharap PTS di wilayah Riau dan Kepri dapat semakin adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global dan dinamika kebijakan mutu pendidikan tinggi.
