Pekanbaru, Detaksatu.com : Universitas Islam Riau (UIR) kembali menggelar Wisuda Periode II Tahun 2025 untuk Program Doktor, Magister, dan Sarjana, pada Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan sakral ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (Gelora) UIR dan dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, serta jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL, menyampaikan rasa bangga atas sejumlah capaian alumni UIR yang telah menorehkan prestasi di kancah pemerintahan, seperti Wakil Gubernur Riau H SF Hariyanto dan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho. Ia juga menegaskan bahwa di usia UIR yang menginjak 63 tahun, kampus ini berhasil mencatatkan prestasi membanggakan, yakni meraih Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri, Dr H Nopriadi, SKM, MKes pada sambutannya turut mengapresiasi pencapaian UIR, seraya menyampaikan beberapa perkembangan penting dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah tersebut. Salah satunya adalah telah disetujuinya rencana pembangunan gedung baru LLDIKTI Wilayah XVII yang merupakan hasil kolaborasi dan dukungan berbagai pihak.
Lebih lanjut, beliau juga menyoroti implementasi program strategis pemerintah pusat, yakni Diktiristek Berdampak, yang mendorong transformasi pendidikan tinggi agar lebih merata, inklusif, serta adaptif terhadap kebutuhan zaman. “Kami dari LLDIKTI Wilayah XVII mendukung penuh arah kebijakan ini bukan sebagai dokumen administratif semata, tetapi sebagai gerakan kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif semua pihak,” ujarnya.
Pada tahun 2025, LLDIKTI Wilayah XVII berhasil mencatatkan capaian signifikan dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di bidang penelitian, tercatat sebanyak 241 proposal dosen dari berbagai perguruan tinggi di wilayah ini disetujui dengan nilai kontrak mencapai Rp 18.421.140.000. Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat, sebanyak 54 proposal berhasil lolos dengan total dana sebesar Rp 2.322.115.000.
Secara khusus, Universitas Islam Riau (UIR) menjadi kontributor terbesar dalam capaian tersebut. Kampus ini berhasil meloloskan 33 judul penelitian dengan total pendanaan Rp 4.402.230.000, serta 5 judul pengabdian masyarakat dengan dana Rp 321.578.000. Angka ini menjadikan UIR sebagai perguruan tinggi penerima hibah penelitian dan pengabdian terbanyak di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
“Ini bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa UIR memiliki dosen dan sivitas akademika yang aktif, produktif, dan kompetitif dalam dunia riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah XVII.
Wisuda ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi para lulusan, tetapi juga bagi UIR untuk terus memperkuat kiprah dan kontribusinya sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah barat Indonesia.
Red : Dodi
